Cara Cepat Penyembuhan Osteoporosis dengan Calcium Mag synergy
Cara Cepat Penyembuhan Osteoporosis dengan Calcium Mag synergy
Organisasi kesehatan dunia (WHO) mendefinisikan osteoporosis sebagai penyakit tulang keropos, karena pada sebagian besar penderita osteoporosis, massa tulangnya berkurang atau mengalami penyusutan. Hal ini terjadi karena persediaan kalsium didalam tulang berkurang sehingga menyebabkan tubuh mengambil kalsium dari tulang dan lama kelamaan tulang menjadi keropos, sehingga tulang menjadi tidak kuat menahan beban berat. Bahkan, benturan ringan sekalipun dapat menyebabkan patah tulang.
Penderita osteoporosis masih dapat melakukan aktivitas fisik, meski dengan beban yang terkontrol alias tidak terlalu berat. Mereka yang mengidap penyakit ini dapat melakukan senam khusus osteoporosis yang bertujuan untuk membiasakan tulang tubuh menahan beban dan penguatan otot.
|
|
Selain olahraga ringan, juga dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin yang cukup. Asupan vitamin yang diperlukan bagi penderita osteoporosis, antara lain vitamin D, C, B6, B12, dan folat. Sementara mineral yang dibutuhkan antara lain magnesium dan kalsium
Perbedaan antara pengapuran sendi (osteoartritis) dengan pengeroposan tulang (osteoporosis) :
- Osteoporosis kelainannya terjadi pada tulang terutama tulang belakang dan panggul, sedangkan osteoartritis kelainannya terjadi pada persendian terutama persendian penyangga berat badan seperti lutut dan pergelangan kaki.
- Penderita osteoporosis memerlukan asupan kalsium yang memadai, baik dengan susu berkalsium atau suplemen kalsium, sedangkan pada osteoartritis tidak ada hubungan langsung dengan kebutuhan kalsium, yang diperlukan adalah obat-obat untuk menghilangkan sakit dan vitamin-vitamin untuk sendi misalnya glukosamin.
- Osteoporosis tidak menimbulkan rasa nyeri pada tulang kecuali sudah terjadi patah tulang, sedangkan penderita osteoartritis akan selalu merasakan nyeri pada sendi saat melakukan aktivitas sehari-hari.
- Untuk mengetahui derajat kekroposan tulang dapat dilakukan dengan pemeriksaan yang disebut densitometri tulang atau BMD sedangkan untuk pengapuran sendi dilakukan dengan pemeriksaan rontgen sendi.